Kamis, 14 Maret 2013

Pengertian Human Relation & Publik Relation


HUMAN RELATIONS DAN PUBLIC RELATION
DALAM MANAGEMENT

Dalam human relation factor manusia bukan manusia dalam wujudnya, melainkan sifat-sifatnya, wataknya, tingkah lakunya, pribadinya dan aspek kejiwaan lain yang terdapat pada diri manusia.
Pengertian human relation dalam arti luas
Merupakan interaksi antar manusia dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan untuk memperoleh kepuasan hati.
Pengertian human relation dalam arti sempit
Merupakan interaksi antar manusia, akan tetapi interaksi di sini hanya dalam situasi kerja dan organisai kekaryaan. Sedang tujuanya adalah untuk menggiatkan seseorang bekerja dengan semangat kerja sama produktif, tetapi dengan hati puas dan senang.
Dengan human relation dapat di usahakan untuk menghilangkan rintangan-rintangan komunikasi, mencegah salah pengertian, dan mengembangkan segi konstruktif sifat tabeat manusia. Kunci aktivitas human relations adalah motivasi. Seseorang memasuki organisai karena ia berfikir organisasi akan membantu dia mencapai tujuannya.
Titik sentral human relations adalah manusia. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan vegetative: makan dan berkembang biak, bukan saja hanya memiliki kemampuan sensitive: bergerak, mengamat-amati, bernafsu, dan berperasaan, akan tetapi juga berkemampuan itelektif: berkemauan, dan berkecerdasan. Kemudian yang membedakan manusi satu dengan yang lainya adalah sifat-sifat rohaniahnya. Ada dua factor yang menentukan sifat tabeat manusia yakni pembawaan sejak lahir dan lingkungan hidupnya.bila aktifitas tetap sama tanpa terpengaruh oleh kesan-kesan yang pada suatu saat muncul , ini di namakan fungsi psihis, fungsi psihis ini adalah fikir, rasa, intuisi, dan pengindraan. Berdasarkan fungsi psihis tersebut , ahli jiwa Jung menggolongkan manusia menjadi dua golongan menurut arah perhatianya. Jika perhaianya terutama ditujukan keluar, yakni kesekelilingnya, ini dinamakan tipe extraverse, jika kebalikanya di namakan introvert. Akan tetapi pada kenyataan ada ada tipe yang berada di antara kedua tipe tersebut yakni tipe ambivert.
Ada tiga factor yang mendasari interaksi manusia dalam kehidupamn dengan manusia lain:
  1. Imitasi:  adalah tanggapan yang di pelajari
  2. Sugesti, sugesti diterima seseorang dari orang lain yang mempunyai otoritas, prestise social yang tinggi, atau ahli dalam bidang tertentu.
  3. Simpati, yaitu perasaan seseorang tertarik pada orang lain.
Pada umumnya seseorang masuk dalam kelompok karena percaya, bahwa dengan bersama-sam dengan orang lain, kebutuanya akan terpenuhi dibandingkan dengan kalau di usahan sendiri.
Masalah pertama dalam manageman dewasa ini adalah masalah komunikasi. Dalam manageman komunikasi adalah alat, bukan tujuan. Komunikasi manageman bersifat tiga dimensi:
  1. Komunikasi vertical
  2. Komunikasi horizontal
  3. Komunikasi eksternal
Conseling banyak dilakukan dalam human relation. Ditinjau dari segi komunikasi conseling adalah komunikasi antar personal. Tujuanya adalah membantu para karyawan memecahkan masalahnya sendiri, memecahkan masalah yang bersangkutan dengannya, atau mengusahakan adanya suatu sasaran yang menimbulkan keberanian untuk memecahkan masalah yang mungkin ada.
Dalam kegiatan human relation; diskusi kelompok. Diskusi kelompok banyak dilakukan dalam rangka memecahkan suatu masalah yang timbul dalam situasi kerja, atau mengembangkan kegairahan kerja para karyawan.

Publik Relation
 
Publik relation adalah kegiatan yang berencana untuk menciptakan, membina, dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi organisasi di suatu pihak dan public di lain pihak. Untuk menciptakanya adalah dengan jalan komunikasi yang baik dan luas secara timbalik balik. Pada umumnya public relation terbagi menjadi dua bagian besar yang disebut public intern dan public ekstern.
Public relation mempunyai tiga fungsi:
  1. Mengabdi kepada kepentingan umum
  2. Memelihara komunikasi yang baik
  3. Menitik beratkan moral dan tingkah laku yang baik
Hubungn dengan public intern, yang rermasuk public intern adalah karyawan, dan Perlakuan yang adil, Ketenangan kerja, Perasaan di akui, penghargaan atas hasil kerja, penyaluran perasaan. Hubungan dengan pemegang saham, komunikasi dengan pemegang saham dapat di lakukan dengan: menyatakan selamat pada pemegang saham yang baru, memberikan laporan, mengitimkan majalah organisasi, mengadakan pertemuan.
Hubungan dengan public ekstern, yang termasuk public ekstern adalah langganan, masyarakat sekitar, pemerintah, pers dan lain lian.
Kepemimpinanmempunyai arti suatu nproses dimana seseorang memimpin, membimbing, mempengaruhi atau mengontrol pikiran, perasaan atau ntingkah laku orang lain. Klasifikasi pemimpin berdasarkan pendekatan dalam praktek, antara lain:
  1. Pemimpin positif, memnggiatkan orang dengan meningkatkan kepuasan hati
  2. Pemimpin negatif, menggiatkan orang melalui perasaan takut dan tidak aman dengan jalan menakut-nakutinya untuk mengurangu kepuasan hati.
Ada tiga cara melaksanan kepemimpinan, yaitu:
  1. Kepemimpinan otoriter
  2. Kepemimpinan demokratis
  3. Kepemimpinan yang bebas

Daftar Pustaka
Effendi, Onong Uchjana. 1977. human relation dan public relation dalam managemen. Bandung: Alumni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar