Rabu, 20 Maret 2013

BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN


DEFINISI BISNIS, KEWIRAUSAHAAN, ETIKA BISNIS, DAN STRATEGI BISNIS

A.Pengertianbisnis

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Secara terminology, bisnis merupakan suatu kegiatan atau usaha yang tujuannya adalah untuk mendapatkan profit. Bisnis dapat pula diartikan sebagai kegiatan yang meliputi pertukaran barang, jasa atau uang yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dengan maksud untuk memperoleh manfaat. Dengan demikian bisnis merupakan sebuah proses sosial yang dilakukan oleh individu atau kelompok melalui proses penciptaan dan pertukaran kebutuhan dan keinginan akan suatu produk tertentu yang memiliki nilai atau memperoleh manfaat atau keuntungan.
Sementara itu definisi lain istilah bisnis menurut Raymond E. Glos adalah seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kbutuhan mempertahankan dan memperbaiki standarserta kualitas hidup mereka.
Bisnis Dalam Islam
Adapun dalam islam bisnis dapat dipahami sebagai serangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah (kuantitas) kepemilikan hartanya (barang/jasa) termasuk profitnya, namun dibatasi dalam cara perolehan dan pendayagunaan hartanya (ada aturanhalaldanharam).
Tujuan utama suatu bisnis adalah untuk memperoleh laba. Untuk itu seorang pebisnis atau pengusaha harus mampu mengkombinasikan berbagai factor produksi seperti tenaga kerja, material, modal dan kemapuan entrepreneurship untuk mencapai tujuan bisnis tersebut.

B.Kewirausahaan

Kebanyakan penulis dan pengkaji di bidang bisnis mengartikan kewirausahaan sebagai sifat dan keahlian yang dimiliki oleh para wirausaha. Dengan demikian kewirausahaan dapat diartikan sebagai karakter seorang wirausaha, yang meliputi hal berikut:
1.Beranimengambilresiko
2.Bijaksanadalammembuatkeputusan
3.Pandaimelihatkesempatanyangterbuka
4.Berkemampuanmenjadimanajeryangbaik

Jeffery A. Timmons mendefinisikan kewirausahaan sebagai tindakan kreatif manusia membangun sesuatu yang bernilai dari tiada satu apa pun. Dalam definisi ini kewirausahaan dipandang sebagai kemampuan memburu kesempatan tanpa menghiraukan keterbatasan sumber yang dimiliki. Pengertian konsep tersebut meliputi kemampuan dan keberanian untuk mengambil resiko yang juga meliputi keahlian yang dimiliki untuk memimpin orang lain kea rahwawasanyangtelahditentukan.
Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
• Jean Baptista Say (1816): Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
• Frank Knight (1921): Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.
• Joseph Schumpeter (1934): Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2) memperkenalkan metoda produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.
• Penrose (1963): Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
• Harvey Leibenstein (1968, 1979): Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
• Israel Kirzner (1979): Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.

C. Etika Bisnis

Kata “etika” berasal dari kata Yunani ethos yang mengandung arti yang cukup luas yaitu, tempat yang biasa ditinggali, kandang, padang rumput, kebiasaan, adapt, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir. Bentuk jamak ethos adalah ta etha yang berarti adat kebiasaan. Arti jamak inilah yang digunakan Aristoteles (384-322 SM) untuk menunjuk pada etika sebagai filsafat moral. Kata “moral” sendiri berasal dari kata latin mos (jamaknya mores) yang juga berarti kebiasaan atau adat. Kata ‘moralitas’ dari kata Latin “moralis” dan merupakan abstraksi dari kata ‘moral’ yang menunjuk kepada baik buruknya suatu perbuatan. Dari asal katanya bisa dikatakan etika sebagai ilmu yang mempelajari tentang apa yang biasa dilakukan. Pendeknya, etika adalah ilmu yang secara khusus menyoroti perilaku manusia dari segi moral, bukan dari fisik, etnis dan sebagainya.
Definisi etika bisnis sendiri sangat beraneka ragam tetapi memiliki satu pengertian yang sama, yaitu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal dan secara ekonomi/sosial, dan penerapan norma dan moralitas ini menunjang maksud dan tujuan kegiatan bisnis (Muslich,1998:4). Ada juga yang mendefinisikan etika bisnis sebagai batasan-batasan sosial, ekonomi, dan hukum yang bersumber dari nilai-nilai moral masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan dalam setiap aktivitasnya (Amirullah & Imam Hardjanto, 2005).
Secara logika arti dari etika bisnis adalah penerapan etika dalam menjalankan kegiatan suatu bisnis. Tujuan bisnis yakni memperoleh keuntungan, namun harus bedasarkan norma-norma hokum yang berlaku. Bila menurut norma hokum yang tertuang secara eksplisit dalam berbagai peraturan dinyatakan tidak boleh maka para pelaku bisnis tidak boleh pula melakukannya. Artinya bila suatu bisnis memperoleh keuntungan dengan cara melanggar hokum maka kebahagiaannya bersifat semu, sebab pada suatu saat akan menjadi masalah bahkan dapat dituntut di pengadilan.
Etika Bisnis Dalam Islam

Islam sebagai agama yang telah sempurna sudah barang tentu memberikan rambu-rambu dalam melakukan transaksi, istilah al-tijarah, al-bai’u, tadayantum dan isytara yang disebutkan dalam al-Qur’an sebagai pertanda bahwa Islam memiliki perhatian yang serius tentang dunia usaha atau perdagangan. Dalam menjalankan usaha dagangnya tetap harus berada dalam rambu-rambu tersebut. Rasulullah Saw telah memberikan contoh yang dapat diteladani dalam berbisnis, misalnya:
1. Kejujuran.
Sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang, baik harta, ilmu pengetahuan, dan hal-hal yang bersifat rahasia yang wajib diperlihara atau disampaikan kepada yang berhak menerima, harus disampaikan apa adanya tidak dikurangi atau ditambah-tambahi. Orang yang jujur adalah orang yang mengatakan sebenarnya, walaupun terasa pahit untuk disampaikan.
Sifat jujur atau dapat dipercaya merupakan sifat terpuji yang disenangi Allah, walaupun disadari sulit menemukan orang yang dapat dipercaya. Kejujuran adalah barang mahal. Lawan dari kejujuran adalah penipuan. Dalam dunia bisnis pada umumnya kadang sulit untuk mendapatkan kejujuran. Laporan yang dibuat oleh akuntan saja sering dibuat rangkap dua untuk mengelak dari pajak.
يأيها الذين امنوا اتقوا الله وكونوا مع الصادقين
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan
hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur”
(Q.S. al-Taubah: 119)
والذين هم لأماناتهم وعهدهم راعون
“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amant
(yang dipikulnya) dan janjinya”
(Q.S. al-Mu’minun: 8)
Rasulullah Saw pada suatu hari melewati pasar, dimana dijual seonggok makanan. Beliau masukkan tangannya keonggokan itu, dan jari-jarinya menemukannya basah. Beliau bertanya: “Apakah ini hai penjual”? Dia berkata “Itu meletakannya di atas agar orang melihatnya? Siapa yang menipu kami, maka bukan dia kelompok kami” (Quraish Shihab, Ibid.: 8).
2. Keadilan
Islam sangat mengajurkan untuk berbuat adil dalam berbisnis, dan melarang berbuat curang atau berlaku dzalim. Rasulullah diutus Allah untuk membangun keadilan. Kecelakaan besar bagi orang yang berbuat curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain meminta untuk dipenuhi, sementara kalau menakar atau menimbang untuk orang selalu dikurangi. Kecurangan dalam berbisnis pertanda kehancuran bisnis tersebut, karena kunci keberhasilan bisnis adalah kepercayaan. Al-Qur’an memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menimbang dan mengukur dengan cara yang benar dan jangan sampai melakukan kecurangan dalam bentuk pengurangan takaran dan timbangan.
واوفوا الكيل اذا كلتم وزنوا بالقسطاس المستقيم ذالك خير وأحسن تأويلا
(الإسراء:35)
“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah
dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama
(bagimu) dan lebih baik akibatnya”.
(Q.S. al-Isra’: 35)
Dalam ayat lain yakni Q.S. al-Muthaffifin: 1-3 yang artinya:
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang), yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari
orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar
atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”
Dari ayat di atas jelas bahwa berbuat curang dalam berbisnis sangat dibenci oleh Allah, maka mereka termasuk orang-orang yang celaka (wail). Kata ini menggambarkan kesedihan, kecelakaan dan kenistaan. Berbisnis dengan cara yang curang menunjukkan suatu tindakan yang nista, dan hal ini menghilangkan nilai kemartabatan manusia yang luhur dan mulia. Dalam kenyataan hidup, orang yang semula dihormati dan dianggap sukses dalam berdagang, kemudian ia terpuruk dalam kehidupannya, karena dalam menjalankan bisnisnya penuh dengan kecurangan, ketidakadilan dan mendzalimi orang lain.
3. Barang atau produk yang dijual haruslah barang yang halal, baik dari segi dzatnya maupun cara mendapatkannya. Berbisnis dalam Islam boleh dengan siapapun dengan tidak melihat agama dan keyakinan dari mitra bisnisnya, karena ini persoalan mu’amalah dunyawiyah, yang penting barangnya halal. Halal dan haram adalah persoalan prinsipil. Memperdagangkan atau melakukan transaksi barang yang haram, misalnya alkohol, obat-obatan terlarang, dan barang yang gharar dilarang dalam Islam.
4. Tidak Ada Unsur Penipuan
Penipuan atau al-tadlis / al-ghabn sangat dibenci oleh Islam, karena hanya akan merugikan orang lain, dan sesungguhnya juga merugikan dirinya sendiri. Apabila seseorang menjual sesuatu barang, dikatakan bahwa barang tersebut kualitasnya sangat baik, kecacatan yang ada dalam barang disembunyikan, dengan maksud agar transaksi dapat berjalan lancar. Tetapi setelah terjadi transaksi, barang sudah pindah ke tangan pembeli, ternyata ada cacat dalam barang tersebut. Berbisnis yang mengandung penipuan sebagai titik awal kehancuran bisnis tersebut.
Islam menawarkan etika bisnis yang berkeadilan dengan berlandaskan pada keteladanan Rasulullah Saw dalam berbisnis, baik pada waktu sebelum diangkat menjadi Rasul maupun setelah menjadi Rasul. Al-Qur’an memberikan nilai dasar dan prinsip-prinsip umum dalam melakukan bisnis. Mulai sekarang dan selanjutnya Islam sangat tepat dijadikan rujukan dalam berbisnis, karena didalamnya menjunjung tinggi prinsip kejujuran, keadilan, kehalalan dan tanggungjawab yang betumpu pada nilai-nilai tauhid.
D. Strategi Bisnis
Sebuah strategi merupakan pola atau rencana yang mengintegrasi tujuan-tujuan pokok sesuatu organisasi, kebijakan-kebijakan dan tahapan-tahapan kegiatan ke dalam suatu keseluruhan yang bersifat kohesif.
Sebuah strategi yang drumuskan dengan baik, membantu menata dan mengalokasi sumber-sumber daya sesuatu organisasi menjadi sebuah postur yang unik.Bagi hampir semua orang, strategi merupakan sebuah rencana, sebuah pedoman, atau kelompok pedoman untuk menghadapi situasi tertentu.
Strategi dapat juga diartikan sebagai suatu kelompok keputusan tentang tujuan-tujuan apa yang akan diupayakan pencapaiannya, tindakan-tindakan apa yang perlu dilakukan, dan bagaimana cara memanfaatkan sumber-sumber daya guna mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Strategi sesuatu perusahaan bersifat dinamik, dan ia muncul sedikit demi sedikit, sewaktu perusahaan yang bersangkutan berkembang, dan ia senantiasa perlu direvisi. Sewaktu pimpinan perusahaan yang bersangkutan melihat adanya peluang-peluang untuk melaksanakan perbaikan-perbaikan, atau munculnya sesuatu kebutuhan untuk menyesuaikan pendekatan-pendekatan bisnis, terhadap kondisi-kondisi yang berubah.

Strategi Bisnis Dalam Islam

Strategi bisnis yang dijalankan Rasulullah s.a.w. meliputi strategi operasi, strategi sumberdaya manusia, strategi keuangan , dan strategi pemasaran. Al Qur’an memberikan tuntunan dalam menjalankan bisnis hendaknya menggunakan jihad fi sabilillah dengan harta dan jiwa atau dalam bahasa manajemen menggunakan strategi di jalan Allah dengan mengoptimalkan sumberdaya. Dari Ibnu Umar RA, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai usaha apakah yang paling baik ?” Beliau menjawab, “Usaha seseorang dengan tangannya sendiri, dan perdagangan yang jujur.” (Thabrani dalam Al Ausath dan para perawinya terpercaya).

• Strategi operasi merupakan strategi untuk mengubah masukan (bahan baku, bahan pendukung, mesin manusia) menjadi keluaran yang bernilai. Strategi operasi harus dikoordinasi dengan strategi pemasaran, strategi sumberdaya manusia dan strategi keuangan. Strategi operasi berkait dengan fasilitas dan peralatan, sumberdaya dan perencanaan dan pengendalian operasi.
• Strategi pengembangan sumberdaya manusia yang dilakukan Nabi Muhammad s.a.w. meliputi merencanakan dan menarik sumberdaya manusia yang berkualitas, mengembangkan sumberdaya manusia agar berkualitas, menilai kinerja sumberdaya manusia, memberikan motivasi dan memelihara sumberdaya manusia yang berkualitas.
• Strategi keuangan Nabi Muhammad s.a.w. bertujuan pemanfaatan sumberdaya keuangan untuk mendukung bisnis, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Strategi keuangan ini mencakup penghapusan riba, spekulasi (gharar) dan perjudian (maisir) dalam semua transaksi, peningkatan kekayaan dan pemerataan distribusi pendapatan serta pencapaian masyarakat yang sejahtera dibawah perlindungan Allah SWT. Prinsip transaksi bisnis tersebut meliputi prinsip bagi hasil, prinsip jual beli, prinsip kepercayaan, prinsip sewa dan prinsip kebajikan.
• Strategi pemasaran meliputi segmentasi pasar dan pembidikan pasar, strategi produk, strategi harga, strategi tempat dan strategi promosi. Pasar yang menonjol pada masa Nabi Muhammad s.a.w. adalah pasar konsumen. Untuk pemasaran produk konsumen, variabel segmentasi utama adalah segmentasi geografis, segmentasi demografis, segmentasi psikografi, segmentasi perilaku dan segmentasi manfaat.

Jumat, 15 Maret 2013

Contoh Notulen Rapat

Notulen Rapat

Pernah mendengar istilah notulen? Istilah ini pastinya sering didengar jika anda tergabung pada sebuah organisasi baik organisasi masyarakat ataupun sebuah perusahaan. Tak banyak yang mengetahui definisi dari notulen itu sendiri. Tapi hal ini memang tidaklah terlalu penting dibahas tapi patut diketahui.
Notulen  didefinisikan sebagai sebuah naskah dinas yang memuat catatan mengenai jalannya sidang ataupun rapat dimulai dari acara pembukaan, pembahasan masalah hingga pengambilan keputusan, peraturan dan diakhiri dengan penutupan

Susunan Notulen Rapat
Susunan dari notulen sendiri terdiri atas hal-hal berikut:
Kepala notulen
Kepala notulen terdiri dari notulen. Keterangan tentang notulen rapat ataupun sidang terdiri dari:
  1. Nama sidang atau rapat. Bisa dianggap ini adalah judul sidang atau rapat yang dilakukan
  2. Hari dan Tanggal rapat atau sidang diadakan
  3. Jam sidang atau rapat diadakan
  4. Tempat sidang atau rapat diadakan
  5. Acara sidang atau rapat yang dimaksud
  6. Pimpinan Sidang atau pimpinan rapat
  7. Ketua/Wakil Ketua sidang atau rapat
  8. Sekretaris sidang atau rapat yang biasanya telah ditunjuk sebelumnya
  9. Pencatat alias notulen dari sidang atau rapat tersebut
  10. Peserta yang hadir pada sidang atau rapat yang dibuatkan notulensinya.
Isi Notulen
Isi dari notulensi sendiri terdiri dari susunan berikut:
  1. Kata pembukaan.
    Biasanya kata pembukaan ini merupakan pembukaan yang diberikan oleh pemimpin sidang sebagai pembuka dan sekaligus pemberian gambaran sidang atau rapat yang diadakan
  2. Pembahasan
    Biasanya merupakan bahasan dari permasalahan yang diangkat di sidang atau rapat yang dimaksud.
  3. Pembacaan Keputusan.
    Dari hasil rapat akan muncul keputusan atau ketetapan atas permasalahan yang diangkat di acara sidang atau rapat. Keputusan-keputusan yang disebutkan tersebut yang dicatat pada bagian ini.
  4. Jam Penutupan.
    Bagian jam penutupan ini mencatat jam penutupan yang dibawakan oleh pemimpin sidang atau pemimpin rapat. Biasanya juga merupakan jam berakhirnya rapat.
Bagian Akhir Notulen
Bagian akhir notulen ini merupakan bagian akhir dari isi notulensi. Biasanya bagian akhir notulensi ini terdiri dari keterangan mengenai pimpinan sidang:
  1. Nama jabatan pemimpin sidang atau rapat
  2. Tanda tangan pemimpin sidang atau rapat
  3. Nama pejabat, pangkat dan NIP pemimpin sidang atau rapat
Penandatanganan
Berikut adalah aturan penandatanganan dan pencetakan ataupun pencatatan notulensi.
  1. Notulensi yang ditandatangani oleh seorang pejabat di lingkungan sekretaris daerat dibuat di atas kertas dengan ukuran folio dan menggunakan kop naskah dinas sekretaris daerah
  2. Notulensi yang ditandatangani oleh seorang pejabat di lingkungan sebuah organisasi dibuat di atas kertas berukuran folio dengan mempergunakan kop naskah dinas organisasi yang bersangkutan.
  3. Notulensi ditandatangani oleh beberapa pihak yakni:
    1. Ketua/wakil ketua
    2. Sekretaris
    3. Pencatat alias notulen yang ditunjuk
Contoh Notulen Rapat Perusahaan

Contoh berikut merupakan contoh notulen di pemerintahan.
NOTULEN RAPAT
PROYEK WWTP PDAM Bandung
Hari/Tanggal: Jumat, 6 Januari 2012
Waktu: 13.00-15.00 WIB
Tempat: Kumala Basecamp
Peserta rapat:
  • Heri Sutrisno
  • Reyna Maharani
  • Ricky Jayadi
  • Nagara Abdi
  • Imelda Jayanegara
Agenda:
  • Pembahasan mengenai surat teguran dari pihak PDAM Bandung
  • Pembahasan mengenai kelanjutan masalah instalasi mesin WWTP di PDAM Bandung
  • Mekanisme perbaikan kinerja tim WWTP di PDAM Bandung yang dianggap lambat
Catatan Rapat:
  1. Terkait dengan surat teguran dari pihak PDAM Bandung yang mengeluhkan jadwal proyek WWTP di PDAM Bandung. Kinerja dianggap  lamban karena proyek tidak berjalan sebagaimana penjadwalan yang diberikan di awal proyek disetujui. Hingga saat ini proyek instalasi masih berlanjut dan baru mencapai 75% sementara di surat perjanjian semestinya selesai pekan ini.
  2. Mengenai masalah instalasi mesin WWTP di PDAM Bandung akan diusahakan selesai segera. Kendala terletak pada keterlambatan barang datang ke PDAM Bandung sehingga tim proyek WWTP di PDAM Bandung tidak dapat bekerja dikarenakan menunggu kedatangan barang. Hal ini sudah disampaikan kepada pihak PDAM Bandung.
  3. Mengenai mekanisme perbaikan kinerja tim WWTP di PDAM Bandung akan ditambah personil untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan sehingga diharapkan dapat tetap selesai tepat waktu. Dan jika terlambat, maksimal selesai 2 pekan terhitung sejak rapat ini dilakukan.
Bandung, 6 Januari 2012
Mengetahui,
         Notulis                                                                                                       Manajer Proyek
             


Kamis, 14 Maret 2013

Contoh Proposal usaha Kue

STUDI KELAYAKAN BISNIS PROYEK ROTI DAN KUE
I.   Latar Belakang
Sebuah kota kecil (kabupaten) yang berlokasi berdekatan dengan kota besar (propinsi), dimana sebagian besar masyarakatnya bekerja di kota besar tersebut. Pada kota kecil tersebut berdirilah sebuah mal dimana pengunjungnya sebagian besar adalah ibu-ibu beserta anaknya dan sebagian lagi para karyawan dan anak muda yang berlokasi disekitarnya.
Dari hasil pengamatan kami atas sebuah toko roti dan kue yang tidak terlalu terkenal merknya, toko tersebut selalu ramai oleh pengunjung/pembeli yang datang. Khususnya hari Sabtu, Minggu dan hari libur, antrian kasirnya cukup panjang. Padahal rasa roti dan kue di toko itu tidak kalah saing dengan rasa yang kami punya.
II.  PEMRAKARSA
Dengan latar belakang diatas, maka saya bernama Nikita Mirzani. Merencanakan untuk membangun usaha Roti dan Kue tersebut. Dimana usaha tersebut merupakan pengembangan usaha Roti & Kue yang ke 5. Sehingga saya cukup mengerti mengenai seluk beluk dan operasional usaha tersebut. Lebih detail tentang rencana usaha tersebut dapat lebih lanjut proposal ini.
III. KEPEMILIKAN USAHA
Usaha Roti & Kue ini merupakan usaha perorangan dimana pengurus usaha adalah anggota-anggota keluarga terdekat, yaitu:
Pemilik / Pimpinan Usaha       : Nikita Mirzani.
Pengurus Harian                      : Aceng
Total jumlah Karyawan: 11 orang
Riwayat hidup pemilik, saat ini saya telah mempunyai 4 usaha Toko Roti & Kue dibeberapa lokasi. Ke empat toko tersebut sudah beroperasi dan sangat menguntungkan.
Laporan keuangan ke empat usaha roti tersebut dapat dilihat pada lamiran roposal ini.
MODAL USAHA
Modal dasar usaha ini dan telah disetorkan sebesar Rp 30.400.000 (Tiga puluh juta empat ratus ribu rupiah).
Surat-surat Izin
Surat-surat izin dan referensi yang telah dimiliki dan Photo Copinya yang dilampirkan dalam proposal ini adalah:
-          Surat izin Domisili
-          SIUP (Surat Izin Usaha Pengusaha)
-          TDP (Tanda Dartar Perusahaan)
-          NPWP (Nomor Pokok Wajik Pengusaha)
-          Sertifikat Rumah
-          Surat Kawin
-          Kartu keluarga
-          Kartu tanda penduduk (KTP)
IV.  Pemasaran
Produk dan Segmentasi
Produk usaha ini adalah roti dan kue yang dibuat berdasarkan resep yang ditemukan oleh saya sendiri, sehingga rasa dan wanginya berbeda dengan roti lain.
Sedangkan segmentasi usaha ini adalah masyarakat di kabupaten ini khususnya masyarakat yang sering datang ke Mal ini.
Permintaan
Informasi dari karyawan ditoko roti tersebut rata-rata omset mereka mencapai + Rp 2.000.000 perhari saat ini dan penjualan mereka makin hari makin meningkat hal ini dapat dilihat pada antrian pembelian makin panjang. Peningkatan penjualan mereka 1 bulan + 10%.
Ramalan Permintaan:
Sesuai dengan data yang diperoleh bahwa kenaikan permintaan produk 10% perbulan, maka ramalan permintaan tersebut dapat dilihat pada Tabel dibawah.

Bulan
Omset/hari
(Rp)
Kenaikan Penjualan
Omset/bulan
(30 hari)
Proyeksi
Bulan-1
2,000,000
10%
60,000,000
Bulan-2
2,200,000
10%
66,000,000
Bulan-3
2,420,000
10%
72,600,000
Bulan-4
2,662,000
10%
79,860,000
Bulan-5
2,928,200
10%
87,846,000
Bulan-6
3,221,020
10%
96,630,600
Bulan-7
3,543,122
10%
106,293,660
Bulan-8
3,897,434
10%
116,923,026
Bulan-9
4,287,178
10%
128,615,329
Bulan-10
4,715,895
10%
141,476,861
Bulan-11
5,187,485
10%
155,624,548
Bulan-12
5,706,233
10%
171,187,002

Pesaing
Pada mal tersebut baru ada 1 toko roti dan kue, dan space (tempat) yang tersedia untuk membuka usaha roti & kue hanya 1 tempat lagi, yaitu: tempat yang sudah kami bayar DP nya. Kemungkinan kecil dalam waktu dekat pesaing yang lain akan masuk. Maka dalam 1 – 2 tahun kedepan hanya ada 2 toko Roti & Kue.

Peluang
Besarnya proyeksi peluang pasar / omset rata-rata yang di analisa dengan menggunakan konsep bagi-bagi kue adalah:
Bulan
Total Omset
(Rp/bulan)
Roti & Kue
(Unit)
Omset rata-rata
 (Rp/unit)
Peluang Toko Baru
Running Capacity
Peluang yg didapat
Proyeksi


Bulan-1
60,000,000
2
30,000,000
80%
24,000,000
Bulan-2
66,000,000
2
33,000,000
85%
28,050,000
Bulan-3
72,600,000
2
36,300,000
95%
34,485,000
Bulan-4
79,860,000
2
39,930,000
100%
23,958,000
Bulan-5
87,846,000
2
43,923,000
100%
32,942,250
Bulan-6
96,630,600
2
48,315,300
100%
41,068,005
Bulan-7
106,293,660
2
53,146,830
100%
53,146,830
Bulan-8
116,923,026
2
58,461,513
100%
58,461,513
Bulan-9
128,615,329
2
64,307,664
100%
64,307,664
Bulan-10
141,476,861
2
70,738,431
100%
70,738,431
Bulan-11
155,624,548
2
77,812,274
100%
77,812,274
Bulan-12
171,187,002
2
85,593,501
100%
85,593,501
Catatan:
*    Mengingat Usaha Roti & Kue Masih Baru maka diperkirakan awal-awal bulan omset penjualan masih rendah karena belum dikenal.
V. Teknis
Lokasi Usaha:
Tempat usaha ini berlokasi dilantai ground floor dekat dengan pintu masuk pada mal tersebut. Luas ruangan Usaha Roti & kue ini 50 m2.
Barang Investasi:
- Kontrak Kios 1 tahun
- Meja, Kursi, lemari
- Oven Kue
- Kompor gas 1 unit
- Peralatan memasak lainnya
- Kulkas
VI.  Keuangan
Total biaya pembangunan usaha Toko Roti & Kue tersebut sebesar Rp 77.688.000, dengan rincian sebagai berikut
Barang Investasi:
- Kontrak Toko 1 tahun                                              Rp    40.000.000
- Renovasi                                                                   Rp      5.000.000
- Kursi, meja, lemari                                                    Rp      5.000.000
- Oven Kue                                                                 Rp    10.000.000
- Kompor gas 2 unit                                                    Rp      1.500.000
- Peralatan memasak lainnya                                       Rp      2.500.000
- Kulkas                                                                       Rp      5.000.000
- Motor I unit                                                              Rp    12.000.000
- lain-lain                                                                     Rp      5.000.000
Total                                       Rp  76.000.000
  1. Modal Kerja (Pembelian Kopi, roti, dll)                Rp.    1.688.000
Grand Total                           RP   77.688.000

Sumber Dana Investasi

Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman dari bank. Yaitu:
Modal sendiri
- Investasi                                            Rp   30.400.000 (40%)
Kredit Bank
- Investasi                                            Rp    45.600.000 (60%)
- Modal Kerja                                      RP      1.688.000
Total               Rp    47.288.000

Grand Total                           Rp    77.688.000

Pembayaran Kredit Investasi
Sedangkan pembayaran kredit akan dimulai dicicil pada bulan kedua (sebulan setelah pinjaman diterima), serta selanjutnya setiap 1 bulan sekali, selama 12 bulan. (lebih ditail dapat dilihat pada tabel dibawah ini atau pada lampiran-02 Proyeksi Aliran Dana)
Tabel Jadwal Pembayaran Pokok dan Bunga Kredit

Bulan
Pokok Kredit
(Rp)
Bunga Kredit
(Rp)
Total
(Rp)
Bulan-1
3,941
760
4,701
Bulan-2
3,941
722
4,663
Bulan-3
3,941
657
4,598
Bulan-4
3,941
591
4,532
Bulan-5
3,941
525
4,466
Bulan-6
3,941
460
4,401
Bulan-7
3,941
394
4,335
Bulan-8
3,941
328
4,269
Bulan-9
3,941
263
4,204
Bulan-10
3,941
197
4,138
Bulan-11
3,941
131
4,072
Bulan-12
3,937
66
4,002

Proyeksi Laba Rugi
Pada bulan operasi pertama diperkirakan usaha air isi ulang sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 68.000 dan bulan kedua memperoleh laba sebesar Rp 2.940.000, Akumulasi keuntungan dalam satu tahun adalah Rp 243.370.000 Lebih ditail tentanng  Proyeksi laba rugi dapat dilihat pada Lampiran-03
Analisa Investasi
Dalam analisa investasi kami menggunakan 2 metode, yaitu:
  1. Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali investasi dengan menggunakan keuntungan ditambah penyusutan.
Payback Period usaha ini adalah + 6 Bulan.
  1. Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang akan menjadi nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan yang akan diteriama, sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal. IRR yang baik jika lebih besar dari tingkat suku bunga bank.
IRR dalam 12 bulan adalah 20,84%.
Rasio Keuangan
Metode yang digunakan adalah:
Likuiditas adalah ukuran kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban lancarnya, minimal 1 atau 100%.
Bulan
Likuiditas
Bulan -1
Bulan -2
Bulan -3
Bulan -4
Bulan -5
Bulan -6
Bulan -7
Bulan -8
Bulan -9
Bulan -10
Bulan -11
Bulan -12
9.96%
19.11%
43.29%
83.29%
141.82%
227.28%
352.86%
540.74%
831.18%
1305.00%
2150.96%
3930.74%
Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05
Profitabilitas
Kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dengan jumlah harta yang telah ditanamkan, dapat diukur dengan ROI (Rate of return O Investment) danROE (Rate of return On Equity). ROI dan ROE yang baik lebih besar dari suku bunga bank.
Bulan
ROI
ROE
Bulan -1
Bulan -2
Bulan -3
Bulan -4
Bulan -5
Bulan -6
Bulan -7
Bulan -8
Bulan -9
Bulan -10
Bulan -11
Bulan -12
1.12%
5.25%
12.40%
19.34%
25.48%
33.03%
42.38%
54.05%
68.79%
87.63%
112.11%
144.55%
0.22%
9.67%
24.70%
37.46%
46.87%
57.20%
68.54%
80.99%
94.67%
109.70%
126.20%
144.33%
Terlihat ROI dan ROE pada awal bulan sudah lebih dari suku bunga bank dan makin meningkat setiap yang menyatakan proyek ini layak dibangun. Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05.
V.    Jaminan Kredit.
Jaminan kredit usaha untuk pinjaman tersebut, kami bersedia menjaminkan Surat sertifikat rumah atas nama saya.
Penutup
Demikianlah proposal permohonan kredit kami ini.
Besar harapan kami untuk mendapatkan pinjaman kredit dari Bank yang Bapak pimpin.

Terimakasih atas kerja samanya. 
Hormat Kami,

(Nita seti sekali)


Contoh Proposal usaha dan Analisa SWOT

Contoh Proposal Business Plan


BAB I
LATAR BELAKANG
Nama Perusahaan             : Kerudung styles
Bidang Usaha                  :  Produk Barang
Jenis Produk                     :  Kerudung 
Alamat Perusahaan          :  SMKN 49 Sarang bango Marunda Cilincing Jak-ut
Nomor Telepon                : 081314960766
1.1         Identifikasi Peluang Bisnis
Dewasa ini, kebudayaan berkerudung semakin meluas terutama di daerah Jawa Timur. Banyak sekolah-sekolah yang mewajibkan siswinya berkerudung. Dan tidak sedikit pula pelatihan soft skill khusus di dunia kampus yang membahas tentang kerohanian islam dan menganjurkan setiap muslim menutup aurat. Namun demikian, anjuran untuk menutup aurat tersebut agaknya sedikit terabaikan. Karena banyak mahasiswi yang merasa dengan berkerudung membatasi kreativitas fashion bagi mereka.
Padahal sebenarnya tidak demikian, berkerudung justru membuat wanita terlihat semakin cantik dan anggun. Apalagi apabila dilakukan dengan memodifikasi jilbab yang dikenakan menjadi berbagai model dan diserasikan dengan busana yang dikenakan. Berkerudung terkadang juga menimbulkan berbagai kesan seperti panas, ribet dan membatasi gerak. Namun jika dilihat dari sisi baiknya, berkerudung membuat wanita semakin terlihat cantik, sopan dan memancarkan kesejukan dari dalam dirinya. Untuk itu, untuk membuat wanita semakin cantik ketika berkerudung, dan membuang kesan buruk tentang berkerudung, kami menawarkan produk yaitu hijab lukis. Hijab lukis kami menyediakan berbagai pilihan jilbab dengan bahan dasar jilbab paris dan telah dipasangkan dengan iket atau dalaman jilbab. Keunikan dari jilbab kami adalah kami melukis jilbab ini dengan berbagai motif yang menarik menggunakan potongan kain perca yang dijahit dengan benang sulam. Dan kami telah menyesuaikan jilbab dengan iket dalamannya yang juga telah dihias dengan indah dengan menggunakan perca dan benang sulam.
1.2         Penjelasan Produk
Cara membuat produk kami bisa dibilang susah susah gampang. Karena sebenarnya hanya membutuhkan ketelitian, keuletan dan kesabaran dari produsen. Untuk membuat jilbab ini, kami cukup menyediakan krudung paris polos, kain perca yang berwarna-warni, beraneka ragam warna benang sulam, dan iket atau dalaman kerudung. Krudung paris di lukis dengan menggunakan kain perca dan benang sulam, tentunya dengan keahlian dan teknik khusus yang bisa dipelajari. Dalaman krudung atau iket bisa dibuat dari kain perca itu sendiri ataupun dari kain iket yang kemudian dihiasi kain perca dan benang sulam, sama hal nya dengan krudung paris. Motif yang kami sajikan beraneka ragam sesuai dengan warna jilbab dan iket.
Selain menyajikan hijab lukis dan iketnya, kami juga menyelipkan berbagai model atau cara pakai jilbab yang bisa dicontoh pada setiap kemasan jilbab. Model tersebut berbentuk tutorial hijab, sehingga mempermudah konsumen untuk mempelajari cara memakainya. Selain memberi model atau  contoh cara pakai, kami juga memberi rekomendasi tentang baju apa yang pantas di pakai dan warna apa yang sesuai.
1.3         Latar Belakang Bisnis
Alasan kami menawarkan produk ini adalah saat ini berkerudung menjadi trend tersendiri di kalangan para remaja maupun ibu rumah tangga. Namun demikian, berkerudung cenderung melahirkan kesan ribet dan kurang fashionable. Padahal menutup aurat adalah kewajiban bagi kaum muslimin. Adapun perempuan yang telah berjilbab tetapi kadang bingung memadupadankan baju dan kerudung sehingga merasa bosan dengan penampilannya. Di sini kami membantu para remaja untuk lebih bisa mengekspolasi kreativitas dalam berjilbab sehingga terkesan tidak monoton dan lebih menarik. Meningkatkan percaya diri bagi kaum wanita muslim dan membantu wanita muslim untuk senantiasa menutup aurat sesuai dengan yang telah diwajibkan oleh agama.
1.4         Tujuan
1          Tujuan Umum
a.         Mendapatkan keuntungan dari produk ini
b.         Membudayakan kebiasaan berjilbab di kalangan muslimah
c.         Membuat produk yang dapat menjadi gaya berpenampilan modis bagi yang mengenakannya
2          Tujuan Khusus
a.         Membantu wanita muslim mengekspolasi kreativitas dalam berjilbab
b.         Memberi pilihan yang memudahkan para wanita untuk senantiasa menjaga dan menutup aurat
1.5         Potensi Bisnis
Produk ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Karena telah merebaknya kebudayaan berkerudung di kalangan wanita mulai dari anak-anak sampai dewasa. Dan diantara mereka terkadang merasa bosan dengan tatanan jilbab yang itu itu saja. Tidak seperti tatanan rambut yang bisa berubah setiap hari. Terkadang mereka merasa malu untuk mengenakan berbagai pernak pernik jilbab dan cenderung merasa tidak percaya diri. Tetapi apabila telah disediakan produk jilbab dengan beraneka lukisan dan warnanya, serta dilengkapi dengan berbagai rekomendasi model maupun cara pakai, pasti akan menarik perhatian para wanita.


BAB  II
ANALISIS SWOT
2.1    Faktor Internal
1)        Strength (Kekuatan)
a.      Keunggulan produk
Kami menawarkan suatu produk yang mengangkat nilai keagamaan dan dipadukan dengan unsur keindahan. Kami juga menyelipkan cara pakai jilbab yang memudahkan penggunaannya.
b.      Keterampilan dan keahlian
Kami memiliki keterampilan untuk melakukan modifikasi motif jilbab dan keahlian memadupadankan jilbab dengan dalamannya.
c.       Bahan baku mudah di dapat
Bahan baku pembuatan jilbab ini tersedia banyak dan mudah di dapat serta harganya tidak begitu mahal. Serta jenisnya beraneka ragam sehingga dapat meningkatkan pilihan hijab.
2)        Weakness (Kelemahan)
a.    Belum memiliki cukup pengalaman
     Pengalaman untuk memulai usaha yang masih sangat minim merupakan suatu kelemahan yang harus diatasi.
b.    Kurangnya Sumber Daya Manusia
Keterbatasan sumber daya manusia sebagi produsen atau pengrajin jilbab. Dalam menjahit dan menyulam diperlukan keterampilan khusus yang tidak setiap orang bisa melakukannya.
2.2    Faktor Eksternal
1)        Opportunities ( Peluang )
a.       Banyaknya konsumen
Banyaknya wanita muslim yang berkerudung. Dan dengan produk ini akan menambah minat wanita untuk berkerudung.
b.      Sistem pemasaran
Pemasaran bisa dibilang cukup mudah karena kami hidup di lingkungan masyarakat yang mayoritas muslim dan berkerudung.
2)        Threats ( Ancaman )
a.       Keacuhan konsumen
Terkadang wanita berjilbab kurang memperhatikan penampilannya. Dan kesibukan membuat mereka tampil apa adanya.
STRATEGI SWOT
Strength
a.   Keunggulan produk
b.   Keterampilan dan keahlian
c.    Bahan baku mudah di dapat
Weakness
a.       Belum memiliki cukup pengalaman
b.      Kurangnya Sumber Daya Manusia
Opportunity
a.       Banyaknya konsumen
b.      Sistem pemasaran
a.       Melakukan program promosi jitu
b.      Meningkatkan produksi
c.   Melakukan pelatihan keterampilan kepada karyawan baru yang memiliki motivasi tinggi
d.  Belajar berbisnis dengan segala fasilitas yang ada dan menjalin koneksi seluas-luasnya.
Threat
a.       Keacuhan konsumen
a.    Melakukan promosi kepada konsumen yang sekiranya tertarik dengan produk kami.
b.   Menawarkan keuntungan dan kemudahan yang didapat dengan membeli produk kami
a.       Memperbaiki sistem manajemen
b.      Meningkatkan promosi
c.       Menjaga kualitas produk
BAB III
PERENCANAAN BISNIS
3.1         Sasaran dan Target Pasar
   Sasaran kami adalah seluruh wanita muslim dari segala usia. Baik yang telah berjilbab maupun yang belum. Untuk itu kami memulai promosi dari daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam serta kerap mengadakan perkumpulan. Karena kami menganggap promosi akan lebih efektif jika terjadi dalam suatu kelompok. Selain itu kami juga mempunyai rumah produksi yang siap didatangi siapa saja dan siap melayani jasa konsultasi serta pemesanan.
Untuk program jangka panjang, kami mencanangkan untuk membuka toko di sebuah pusat perbelanjaan seperti mall. Seperti rumah produksi, kami juga menyediakan fasilitas seperti jasa konsultasi, pemesanan, bahkan di toko ini kami menyediakan salon jilbab. Sasaran kami tetap yaitu semua wanita muslim, yang berkunjung ke pusat perbelanjaan tersebut. Untuk itu, kami menggalakkan promosi di berbagai media baik cetak maupun elektronik. Hal ini kami maksudkan untuk memberi kemudahan dalam pemesanan dan pembelian produk kami.
3.2         Pembiayaan
   3.2.1   Biaya Tetap (Fixed cost) per tahun
Kami tidak banyak menggunakan alat tahunan karena proses pembuatan produk kami menggunakan tenaga manusia. Di bawah ini sedikit alat yang kami gunakan:
No
Nama Barang
Jumlah Barang
Harga Satuan
Jumlah Harga
1
Jarum Sulam
12 pak
Rp.4000
Rp. 48.000
2
Jarum Jahit
12 pak
Rp.2000
Rp. 24.000
3
Alat Sulam
6 buah
Rp. 20.000
Rp. 120.000
4
Gunting
6 buah
Rp. 30.000
Rp. 180.000
TOTAL
Rp. 372.000
         3.2.2    Biaya Variabel (Variable cost) - Per Bulan
           
No
Nama Barang
Jumlah Barang
Harga Satuan
Jumlah Harga
1
Jilbab paris
150 lbr
Rp. 15.000
Rp. 2.250.000
2
Iket
150 lbr
Rp. 8.000
Rp. 1.200.000
3
Benang Sulam
5 pak
Rp. 15.000
Rp. 75.000
4
Kain Perca
1 karung
Rp. 75.000
Rp. 75.000
5
Album tutorial
150
Rp. 3000
Rp. 450.000
6
Plastik Kemasan
2 pak
Rp. 5000
Rp. 10.000
7
Listrik dan Internet
Rp. 50.000
Rp. 50.000
TOTAL
Rp. 4.110.000
3.2.3        Biaya total
Biaya total       = Variable cost + Fixed cost
                                = Rp. 4.110.000 + Rp. 372.000
                                = Rp. 4.482.000                                 
3.2.4        Biaya dan Harga Per Unit
Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 bulan adalah Rp. 372.000 : 12 bulan = Rp. 31.000
Total biaya produksi yang dikeluarkan per bulan = Rp 31.000 + Rp 4.110.000 = Rp 4.141.000
Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 bulan : jumlah produk yang dihasilkan per bulan
                        4.141.000 : 150 buah = 27.606,666
      Harga jual per unit Rp 45.000
3.2.5        Modal Awal
Modal awal = Total Biaya Tetap + Biaya Variabel selama 1 Bulan
 = Rp  372.000 + Rp 4.110.000
 = Rp 4.482.000
3.2.6  Analisis Titik Impas (Break Even Point)
BEP harga = Total biaya produksi selama 1 bulan : Produksi
                                    = 4.141.000 : 150 buah = 27.606,666
      Harga jual per unit Rp 45.000
                   BEP produksi = Total biaya produksi selama 1 bulan : Harga per unit
                                          = Rp 4.141.000 : 45.000 = 92 buah
Jadi, untuk mencapai titik impas maka dalam 1 set hijab lukis yang harus terjual adalah 92  dengan harga per produk adalah Rp 45.000
3.2.7 Analisis Keuntungan
Pendapatan : Hijab Lukis yang terjual x harga jual = 150 x Rp 45.000
                                                                                                   = Rp. 6.750.000
          Total biaya produksi dalam 1 bulan : Rp. 6.750.000
                 
                  Keuntungan          =Pendapatan –Total biaya produksi
                                                 = Rp 6.750.000  – Rp 4.141.000
                                                 = Rp 2.609.000
Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 150 Hijab lukis dengan harga Rp 45.000 per buah dalam 1 bulan adalah Rp 2.609.000
3.2.8 Pengembalian Modal     
Total biaya Produksi : Laba usaha = Rp 6.750.000 : Rp 2.609.000
                                            = 2,58 bulan (78 hari)     
Catatan :  - Dalam 1 bulan diproduksi  150 buah hijab lukis
Hijab lukis yang harus dijual per hari = 150 : 30 hari
       = 5 set hijab lukis
Maka, Pay Back Period = BEP Produksi : Penjualan per hari
                                       = 92 : 5
                                       = 19 hari
Jadi modal akan kembali dalam jangka waktu 19 hari dengan penjualan 5 set hijab lukis tiap harinya.


BAB IV
STUDI KELAYAKAN
4.1.       Lokasi
Pembuatan hijab lukis ini dilakukan di Mulyorejo Utara No. 175. Di sini kami menyewa sebuah kamar kost yang diperuntukkan khusus membuat jilbab. Lokasi ini cukup strategis karena berdekatan dengan kampus C Unair Mulyorejo. Selain itu, pembeli bisa datang langsung melihat-lihat proses produksi maupun konsultasi langsung dengan kami tentang cara memakai jilbab yang menarik. Pembeli juga bisa datang langsung untuk memilih dan menentukan sendiri motif yang diinginkan. Lokasi ini sangat strategis karena kamar yang kami gunakan adalah kamar kost khusus perempuan sehingga tempatnya aman untuk dibuat tempat eksperimen berjilbab. Di sini kami juga menyediakan berbagai aksesoris yang diperlukan dalam berjilbab.
Selain rumah produksi, kami juga membuka sebuah stand flexible yang dapat berpindah berdasarkan lokasi yang sesuai dan merupakan tempatnya berkumpulnya wanita muslim.
4.2.       Sarana dan Prasarana
Selain menggunakan rumah produksi dan stand flexible sebagai media promosi dan tempat traksaksi jual beli, kami juga memanfaatkan berbagi media baik media elektronik maupun media cetak seperti brosur, leaflet, pamflet, majalah dan online shop, blog, facebook, twitter dan lain sebagainya. Semua sarana ini dilengkapi dengan prosedur atau tata cara memakai hijab serta kami juga menyediakan suatu wadah konsultasi baik melalui sms, telepon, chatting, blackberry messenger, email maupun bertemu secara langsung.
4.3.       Sumber Daya Manusia
Untuk usaha awal, kami membutuhkan 1 orang direktur, 1 orang manajer, 3 orang produksi barang, 2 orang konsultan hijab dan 3 orang bagian pemasaran. Untuk 3 orang bagian produksi barang, kami harus melakukan seleksi terlebih dahulu setelah itu pelatihan pembuatan hijab. Sama halnya dengan karyawan bagian produksi, untuk konsultan hijab haruslah dilakukan seleksi yang benar-benar matang, orang yang benar-benar mengetahui tentang tata cara memakai hijab dan memiliki keahlian dalam memadupadankan hijab. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas produk kamu sehingga tidak kalah saing dengan hijab yang kini ada di pasar. Pada bagian pemasaran juga harus dipilih orang yang mempunyai koneksi luas serta kemampuan berkomunikasi yang baik. Sehingga pesan yang terkandung di dalam hijab kami dan maksud yang kami buat dapat tersampaikan dengan baik. Dengan adanya orang yang berperangai baik dan ramah, konsumen akan merasa tertarik serta tidak malu untuk mengutarakan segala keluh kesahnya dalam berjilbab.
Untuk saat ini, sumber daya manusia telah tersedia. Meskipun jumlahnya belum memenuhi. Namun hal ini sudah menjadi modal yang luar biasa bagi usaha hijab kami.


BAB V
REAL BUSINESS PLAN
5.1    Rencana Manajemen
1.      Strategi pemasaran
Telah banyak jenis jilbab yang bisa dijumpai di berbagai pusat perbelanjaan, seperti pasar, departement store dan mall. Namun dari sekian banyak tempat perbelanjaan seperti itu membuat lebih banyak pilihan dan kurang real karena tidak bisa mencoba dan memadupadankan dengan busana yang sesuai. Oleh sebab itu, masyarakat harus tau tentang keberadaan produk kami. Untuk itu, kami telah menyusun strategi pemasaran. Tahapan-tahapannya sebagai berikut:
a.       Pengembangan produk
Hijab lukis memang telah banyak dijumpai di berbagai pusat perbelanjaan. Namun kami memberikan motif yang berbeda dan tampak lebih elegan serta lebih manis dengan bahan-bahan sulam. Selain itu kami juga menyediakan jasa konsultasi tata cara memakai jilbab sehingga terlihat lebih menarik, anggun dan sesuai dengan busana yang dikenakan. Kami juga menyediakan berbagai macam dalaman jilbab yang sesuai dengan bentuk kepala.
Jilbab ini akan menambah pengetahuan serta meningkatkan kreativitas kaum muslimin di dunia fashion. Dengan adanya jilbab lukis, seorang muslim dapat memodifikasi jilbab yang dikenakan sehingga tidak terkesan monoton. Jilbab ini juga bisa dikenakan di acara-acara resmi seperti pesta penikahan, wisuda dan acara-acara resmi yang lain. Sehingga momen yang jarang terjadi dalam hidup dapat diabadikan menjadi lebih indah.
b.      Pengembangan wilayah pemasaran
Area pemasaran utama adalah di tempat yang mayoritas orangnya adalah muslimah. Contohnya di kampus FKM Unair yang memiliki banyak mahasiswi muslim yang berkerudung. Promosi dilakukan melalui kelompok-kelompok kecil sampai pada tingkat yang lebih tinggi. Promosi dilakukan dengan media stand flexible dengan berbagai fasilitas di dalamnya. Hijab lukis juga bisa dititipkan di berbagai pusat perbelanjaan seperti mall sehingga cakupan konsumennya lebih luas. Kami juga mempunyai keinginan untuk membuat sebuah toko bernama “Poetry” sebagai rumah produksi kami yang selanjutnya. Di sini akan tersedia berbagai fasilitias mulai dari konsultasi dengan pakar, salon jilbab, dan layanan pembuatan motif serta pemilihan bahan jilbab oleh konsumen.
c.       Kegiatan promosi
Promosi merupakan bagian dari proses pemasaran. Promosi sangat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan suatu usaha. Kami melakukan promosi produk kami melalui sejumlah media baik elektronik, cetak, iklan di radio maupun promosi langsung dari mulut ke mulut. Promosi melalui media elektronik dilakukan dengan membulka semacam on-line shop di berbagai jaringan sosial yang kini marak di dunia maya. Promosi melalui media cetak kami lakukan dengan membuat pamflet, serta mengiklankan produk kami di media massa dan majalah wanita.  Promosi dari mulut ke mulut kami lakukan dengan mendatangi langsung kelompok-kelompok muslimah seperti di kampus, perusahaan dan arisan. Kami juga melakukan promosi di pameran, expo atau bazar. Pada semua media promosi tersebut kami tidak lupa menyertakan tentang berbagai fasilitas yang kami miliki seperti tutorial cara memakai jilbab dan pelayanan kebutuhan konsumen yang optimal.
d.      Penjualan kolektif
Yaitu memberikan pilihan kepada konsumen dengan menjual lebih dari satu produk dengan harga yang lebih miring bila dikalkulasi per produknya. Pembelian dengan harga yang miring ini minimal untuk 6 atau setengah lusin produk jilbab lukis kami.
2.      Strategi produksi
Kami memproduksi jilbab sesuai dengan kriteria yang kami tetapkan. Tetapi kami juga memberikan pilihan kepada konsumen untuk memilih sendiri motif dan bahannya. Motif dan model yang kami tawarkan tentunya sudah menjadi kesepakatan perusahaan dan memenuhi kriteria jilbab islam serta merupakan trend jilbab masa kini. Kami juga tidak mencontoh motif yang sudah ada. Tetapi berusaha menciptakan suatu pembaharuan di dunia perjilbapan. Proses produksi kami tidak dilakukan sewaktu-waktu saja. Namun berjalan terus menerus selama ada waktu senggang. Hal ini bukan berarti kami mengesampingkan kewajiban yang lain misalnya sebagai seorang mahasiswa yang memiliki kewajiban utama untuk belajar dan bekerja terlalu lama sampai lelah. Tetapi, dengan produksi yang terus menerus, kami mendapatkan hasil produksi yang banyak serta pilihan yang bervariasi bagi konsumen.
3.      Strategi organisasi dan SDM
Pengelolaan SDM merupakan hal yang karus dilakukan suatu perusahaan sehingga produktivitas dapat semakin berkembang dan kualitas karyawan pun semakin baik. Tahap-tahap pengembangan SDM tersebut antara lain:
a.       Seleksi karyawan
Kami melakukan seleksi terhadap karyawan sesuai dengan bidangnya. Contohnya di bidang produksi jilbab, kami memilih karyawan yang memiliki keterampilan dan keuletan dalam menjahit dan menyulam. Untuk bagian konsultan, kami memilih orang yang mengerti fashion dan memiliki pemikiran yang sesuai dengan yang kami inginkan. Sehingga tidak merusak tatanan, atay style perusahaan kami. Di bagian pemasaran kami memilih orang yang dapat berkomunikasi dengan baik di masyarakat. Dapat menyampaikan maksud dan tujuan kami dengan baik pada kelompok masyarakat sehingga tidak terjadi kesalah pahaman tentang makna jilbab itu sendiri.
b.      Pelatihan karyawan
Karyawan yang telah diseleksi kemudian dilatih dan diberi motivasi tentang apa tujuan kami membuat hijab lukis ini. Sehingga mereka memiliki kesamaan persepsi dan pemikiran. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kualitas dan ciri khas yang membedakan produk kami dengan yang lain.
c.       Sistem Remunerasi yang Seimbang dan Adil
Pembagian keuntungan dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan pada saat seleksi. Namun, tidak menutup kemungkinan kami akan memberikan bonus pada karyawan yang memiliki produktivitas yang tinggi dan sungguh-sungguh dalam bekerja.
4.      Strategi penetapan harga
Harga merupakan suatu variable yang mempunyai peranan penting dalam dunia bisnis. Harga menunjukkan level dari suatu produk juga menjadi acuan tentang bagaimana produk itu seharusnya bila dilihat dari harganya. Harga yang kami tawarkan di sini, kami sesuaikan dengan sasaran kami yaitu para wanita yang cenderung menyukai barang yang berkualitas tetapi dengan harga semurah mungkin. Harga kami sesuaikan dengan bahan dan berbagai variable lain. Kami hanya akan mengutamakan kualitas barang. Bukan melulu mengambil keuntungan, karena kami mempunyai tujuan yaitu membantu para wanita muslim mematuhi kewajibannya untuk menutup aurat.
Untuk jasa konsultasi, kami memberikan jasa konsultasi cuma cuma kepada konsumen yang pasti membeli produk kami. Hanya saja, kami akan memberikan harga yang berbeda kepada konsumen yang langsung membeli dan kepada konsumen yang memesan motif.
5.      Rencana pengembangan produksi
Rencana-rencana pengembangan produksi kami antara lain:
a.       Memperluas wawasan tentang motif jilbab
b.      Menemukan dan menciptakan cara dan model terbaru dalam berjilbab
c.       Memperluas area promosi
d.      Meningkatkan produksi
6.      Analisis resiko usaha dan antisipasinya
Setiap perbuatan tentu melahirkan resiko. Demikian pula produk kami akan mendatangkan berbagai resiko sebagai berikut
a.       Produk kurang menarik minat muslimah.
Manusia memiliki selera yang berbeda satu sama lain. Demikian pula dalam hal berpakaian dan berjilbab. Banyak wanita, khususnya wanita berjilbab yang kurang memperhatiakan penampilan mereka dikarenakan kesibukan dan kurangnya rasa percaya diri.
b.      Jilbab yang kadaluarsa
Adakalanya barang tidak mudah terjual dan memenuhi stand, toko atau bahkan gudang. Sehingga menimbulkan kesan monoton dan menurunkan kualitas produk.
c.       Modal usaha
Hijab lukis ini memang tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Tetapi juga tidak bisa dibilang memerlukan modal yang relatif kecil. Sebagai usaha membangun suatu kualitas, modal awal demi terwujudnya suatu produksi yang maksimal sangat dapat mendukung keberlangsungan usaha.
Antisipasi kami terhadap resiko-tersebut:
a.         Produk kurang menarik minat muslimah
Setiap orang pasti memiliki persepsi terhadap apa yang mereka lihat. Cara kami mengantisipasi kurangnya minat konsumen ini adalah dengan melakukan promosi secara mendalam dan menyeluruh. Jadi bukan hanya kami bertujuan untuk mendapatkan keuntunga. Tetapi kami juga bertujuan untuk membantu para wanita memperindah penampilan mereka. Sehingga mereka dapat tertarik untuk memperhatikan dan mencoba produk kami.
b.         Jilbab yang kadaluarsa
Kami melakukan antisipasi dengan membuat peta produksi. Dimana telah ditentukan barang mana yang harus diedarkan dan haru telah ditarik kembali dari peredaran pada waktu yang telah ditentukan. Sehingga tidak ada penumpukan barang yang membuat konsumen selalu melihat barang sama. Barang yang telah ditarik tersebut akan kembali dirombak dan dijadikan produk baru yang kemudian diedarkan kembali.
d.      Modal usaha
Modal usaha adalah hal terpenting dalam melakukan suatu biesnis. Untuk memenuhi modal usaha kami memilih untuk melakukan peminjaman kepada bank yang memiliki bunga peminjaman terkecil.
5.2    Struktur Organisasi








Rounded Rectangle: Outsourcing  Management


5.3    Proses Produksi
Proses produksi kami lakukan secara terus menerus setiap hari tanpa menunggu adanya pesanan. Hal ini dimaksudkan untuk menambah koleksi model jilbab kami. Tetapi tentu saja dengan memperhitungkan modal yang tersedia dan waktu yang tepat. Sehingga tidak melalaikan kewajiban lain sebagai mahasiswa. Dan tentu saja kami senantiasa menjaga kualitas dengan memilih bahan baku terbaik dan melukisnya dengan teknik yang baik pula sehingga menghasilkan suatu jilbab yang memiliki daya jual tinggi. Bahan baku yang kami gunakan, memang kami dapatkan dari perusahaan lain. Tetapi, kami akan senantiasa memilih bahan baku yang berkualitas seperti misalnya kain jilbab paris yang lebih tebal dan lemes. Kain perca yang kami gunakan juga bukan kain perca sembarangan. Kain-kain tersbut kami padukan melalui berbagai macam motif yang menarik dan sesuai dengan perkembangan jaman.
Untuk lebih rincinya, proses produksi kami diawali dari tahap desain jilbab. Berbagai desain yang telah dibuat oleh team kreatif dianalisis satu persatu sehingga diperoleh desain yang terbaik dan sesuai dengan kharakteristik perusahaan kami. Setelah memilih dan menetapkan desain, tahap selanjutnya adalah memilih bahan, memilih jilbab paris yang akan dilukis, jenis kain perca yang akan digunakan, iket atau dalaman jilbab dan menyesuaikan warna satu dengan yang lain. Warna yang kami pilih juga tidak terlalu mencolok. Disesuaikan dengan kharakteristik wanita muslim yang anggun dan manis. Setelah memilih bahan, tibalah saatnya tahapan menjahit dan menyulam. Jahitan di kain jilbab sesuai dengan desain yang telah dibuat tadi. Setelah jilbab dan iket selesai di jahit dan disulam, tahapan selanjutnya adalah percobaan jilbab. Kami menggunakan model dalam tahapan ini. Jadi, segala tata cara pakai jilbab kami rekam dalam bentuk foto dan kami jadikan semacam album tutorial. Album tersebut kami sertakan di dalam setiap kemasan jilbab. Jilbab yang telah selesai dikemas kemudian dipasarkan.
Pada proses pembelian jilbab yang melaui pemesanan atau proses konsultasi sebelumnya, tahapan produksinya sama. Hanya berbeda pada proses desain, yang mana proses desain ini telah ditentukan sebelumnya bersama konsumen. Kami tetap menyertakan album tutorial pada setiap kemasan jilbab tersebut.
1.                 What
           Barang yang kami produksi adalah jilbab lukis berbahan dasar jilbab paris dan iket yang dilukis dengan menggunakan kain perca dan benang sulam. Jilbab dipakai oleh wanita muslim untuk menutupi auratnya. Kami menciptakan terobosan baru dalam dunia perjilbapan dengan menghadirkan jilbab lukis yaitu suatu macam jilbab yang mempercantik penampilan dan memberikan berbagai macam pilihan mengenakan jilbab sehingga jilbab tidak terkesan monoton. Produk kami merupakan suatu produk hand made sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dalam pembuatannya namun senantiasa terjaga kualitasnya.
2.      Who
Dalam usaha ini yang memproduksi, promosi dan memasarkan produk ini telah di atur dalam penugasan masing-masing. Dan job description tersebut antara lain:
·         President Director
·         General Manager
·         Creative Manager
·         Production Manager
·         Marketing Manager
3.      Whom
Sasaran kami adalah seluruh wanita muslim mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa. Jadi kami memulai pemasaran dari perkumpulan-perkumpulan wanita muslim seperti di kampus, arisan, dan acara-acara keagamaan.
4.      When
Jangka pendek : membuka rumah produksi dan memulai produksi dari mulut ke mulut. Target mampu menjual 5 jilbab setiap hari
Jangka panjang : Membuka toko dengan nama Poetry, dan melengkapinya dengan berbagai fasilitas seperti salon jilbab dan layanan konsulatsi
5.      How Much
1 minggu = 4 unit x Rp50.000,- = Rp200.000,-
1 bulan = 20 unit x Rp50.000,- = Rp1.000.000,-
Sehingga apabila target kami tercapai, income yang kami dapat selama satu bulan sebanyak Rp1.000.000,- dengan menjual 20 unit perbulan.
5.4    Pengelolaan Karyawan
Kami memilih karyawan yang memiliki dedikasi dan mempunyai kemauan bukan hanya sekedar memperoleh keuntungan tetapi bagaimana mereka berpikir maju dengan melihat berpatoka pada tujuan utama perusahaan ini. Kami memilih karyawan yang terampil juga benar-benar memiliki kemampuan dan keahlian dalam memakai jilbab. Oleh karena itu, keuntungan yang nantinya akan diperoleh tentu saja kami bagikan seadil-adilnya sesuai porsi yang telah ditepakan.
BAB VI
PENUTUP
6.1    Kesimpulan
Hijab lukis merupakan suatu jenis jilbab yang dimodifikasi dengan memberikan lukisan pada jilbab dan dalamannya. Kami juga memberikan jasa konsultasi dan album tutorial pada setiap kemasan jilbab yang kami pasarkan. Produk kami ini bertujuan membantu kaum muslim untuk mngeksplorasi kreativitas fashion mereka. Sehingga dapat menarik minat para muslimin untuk memakai jilbab. Proses pemasaran kami lakukan melalui berbagai media. Kami juga menyediakan jasa konsultasi dengan menghadiri stand flexible kami dan mendatangi rumah produksi kami. Harga yang kami patok berbeda tergantung bahan lukisan yang kami gunakan. Kami juga menyediakan pelayanan pemesanan jilbab sesuai selera konsumen.
6.2    Saran
Produk menitikberatkan kepada unsur keindahan yang terkandung di dalamnya. Sehingga membedakan jilbab lukis dengan jilbab lain yang kini telah merebak di pasaran. Oleh karena itu, keterampilan dan keahlian menjadi sangat penting dalam produksi kami. Selain itu, kami memiliki tujuan untuk membantu wanita muslim untuk mematuhi kewajiban menutup aurat, sehingga kami sangat mengharapkan dukungan dari segala pihak.